Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi pengurus organisasi siswa untuk mengevaluasi cara mereka menyiapkan dan menjalankan sebuah acara.
“Semoga lomba ini bisa menjadi pembelajaran bagi OSIS dan MPK untuk lebih baik dalam menjalankan event,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi pengurus OSIS dan MPK ketika menggelar kegiatan lain di sekolah.
Di sisi lain, Fadil juga berharap perlombaan mampu memperkuat hubungan antarsiswa.
Menurut dia, suasana kompetisi tetap harus dibarengi dengan kerja sama dan kebersamaan.
“Untuk siswa-siswi, semoga lomba ini bisa mempererat silaturahmi, kerja sama, dan kebersamaan,” katanya.
Panitia menjadwalkan rangkaian perlombaan berlangsung selama dua hari.
Namun, sejumlah pertandingan membutuhkan waktu lebih panjang sehingga panitia menyiapkan kemungkinan melanjutkannya pada Kamis.
Gobak sodor dan bola beracun menjadi beberapa lomba yang berpotensi dilanjutkan apabila waktu pelaksanaan belum mencukupi.
Dengan begitu, perayaan kemerdekaan di SMPN 1 Manonjaya tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar bekerja sama, mengelola kegiatan, dan menjaga kebersamaan di lingkungan sekolah.
Heni Nurhaeni/Kondusif.com














