banner 720x220

Sejarah Nyuguh Kampung Adat Kuta Ciamis dan Kisah Pajajaran

Wakil Ketua Adat Kampung Adat Kuta Ciamis sekaligus Kepala Dusun Kuta, Didi Sardi. (Dok, foto. Kondusif.com)
Wakil Ketua Adat Kampung Adat Kuta Ciamis sekaligus Kepala Dusun Kuta, Didi Sardi. (Dok, foto. Kondusif.com)

Lokasi pelaksanaan juga memberi makna tersendiri.

Warga Kampung Kuta hidup tidak jauh dari wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Setiap kali Nyuguh berlangsung, mereka membawa tradisi leluhur ke ruang yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Tradisi yang Tak Ingin Diubah

Didi mengatakan masyarakat Kampung Kuta tidak ingin Nyuguh kehilangan bentuk dan nilai yang diwariskan para leluhur.

Ia berharap ritual tersebut tetap berlangsung sesuai aturan dan kearifan lokal yang selama ini dijalankan masyarakat.

Harapan itu menjadi semakin penting ketika Kampung Kuta mulai mendapat perhatian sebagai kawasan budaya dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Sejumlah pihak bahkan telah merancang pengembangan wisata alam dan wellness tourism di kawasan Rancabogo.

Namun, Didi mengingatkan pengembangan tersebut tidak boleh bertentangan dengan kearifan lokal.

Menurut dia, masyarakat Kuta terbuka terhadap hal-hal baik yang datang dari luar.

Tetapi mereka tetap ingin menentukan sendiri batas perubahan yang bisa diterima.

“Kami berharap kegiatan adat tetap berjalan dari generasi ke generasi dan sesuai dengan kearifan lokal yang berlaku,” katanya.

Bagi masyarakat Kampung Kuta, keberlanjutan Nyuguh bukan soal seberapa banyak orang yang datang menyaksikannya.

Yang lebih penting adalah apakah generasi berikutnya masih mau membawa tradisi itu ke tepian Cijolang.

Sebab, ketika sebuah tradisi bahkan sudah tidak lagi diketahui kapan pertama kali dimulai, yang tersisa bukan sekadar hitungan tahun.

Ada ingatan, cerita, dan keyakinan yang terus dipindahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *