Mereka menyatakan keikhlasan jika harus melepaskan peran tersebut demi regulasi yang lebih baik dari pemerintah.
Meski begitu, mereka tetap menaruh harapan besar agar tetap dilibatkan dalam pengelolaan masa depan.
”Cirahong bukan milik satu golongan atau pejabat tertentu, melainkan milik rakyat. Semua harus dijaga melalui harmoni koordinasi, bukan intimidasi narasi,” lanjut perwakilan warga tersebut dengan nada diplomatis.
Transformasi Wisata Cirahong

Pantauan di lokasi, aksi yang berpusat di kawasan Cirahong Asri ini berlangsung guyub.
Aparat Muspika, Satlinmas, hingga warga sipil terlihat kompak menyapu dan menata estetika destinasi wisata tersebut agar lebih sedap dipandang mata.
Melalui gerakan ini, warga ingin membuktikan bahwa masyarakat di sekitar Cirahong sangat terbuka terhadap perubahan.
Mereka berharap polemik yang sempat memanas di jagat maya segera mereda.
”Saatnya semua pihak, termasuk warganet, untuk mendinginkan kepala. Faktanya, warga Cirahong siap bertransformasi demi kemajuan bersama,” pungkasnya menutup pembicaraan.














