Adapun sepeda motor yang diterima Udedi bukan berasal dari anggaran pemerintah daerah.
Bank BJB Ciamis memberikan kendaraan tersebut melalui dukungan non-APBD.
“Untuk hadiah sepeda motor ini merupakan dukungan penuh dari BJB Ciamis melalui skema non-APBD. Setiap tahun BJB konsisten memberikan bantuan,” ujar Aris.
Sampah yang Tak Berakhir di Tempat Pembuangan
Program bank sampah juga berkontribusi terhadap pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan.
DPRKPLH mencatat mekanisme pengelolaan sampah melalui bank sampah mampu menekan volume sampah daerah hingga sekitar 40 persen.
Karena itu, pemerintah melihat peran nasabah seperti Udedi tidak hanya berkaitan dengan penghargaan individu.
Aktivitas tersebut ikut mendukung pengelolaan lingkungan di tingkat daerah.
Bagi Udedi, penghargaan pada peringatan kemerdekaan itu datang di luar perkiraannya.
Ia mengaku terharu ketika pemerintah mengumumkan namanya sebagai penabung sampah perorangan terbaik Kabupaten Ciamis.
Selama kurang lebih tiga tahun, Udedi menjalankan kegiatan tersebut secara rutin.
Ia biasanya menyetorkan sampah terpilah dua sampai tiga kali dalam sepekan.
Kebiasaan itu ia pertahankan dengan terlebih dahulu memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.
Setelah terkumpul, sampah kemudian dibawa ke Bank Sampah Induk Ciamis.
Kini, aktivitas yang selama ini ia jalankan secara mandiri menghasilkan penghargaan sekaligus kendaraan baru.
Pengalaman Udedi menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu harus dimulai dari program besar.
Kebiasaan sederhana di rumah pun dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah daerah.














