banner 720x220

Robot Pengusir Burung dari Ciamis Menarik Perhatian Petani Kalimantan Selatan

Robot Bebegig berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu mengusir burung yang menyerang tanaman padi. (Dok, foto. Istimewa)
Robot Bebegig berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu mengusir burung yang menyerang tanaman padi. (Dok, foto. Istimewa)

Ketika solusi itu terbukti bermanfaat, pengalaman tersebut kemudian bisa dibagikan kepada kelompok tani lain.

Desa Dewasari menjadi salah satu tempat pertukaran pengalaman tersebut.

Kelompok Tani Balebat 4 membagikan pengalaman mereka dalam menerapkan teknologi untuk mengatasi hama burung.

Sementara rombongan dari Hulu Sungai Utara membawa perspektif dan kebutuhan pertanian dari daerahnya.

Pertukaran semacam ini penting karena persoalan pertanian di setiap daerah tidak selalu sama.

Begitu pula dengan solusi yang digunakan. Karena itu, pengalaman petani di satu daerah dapat menjadi bahan untuk mengembangkan metode baru di daerah lain.

Camat Cijeungjing H. Jajang, M.Pd., Kepala Desa Dewasari Ninding Badrul Munir, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Dadan Hardianto, serta unsur TNI dan kepolisian turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Polsek Cijeungjing sendiri melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran polisi terutama untuk memastikan kunjungan rombongan dari luar daerah berjalan tertib.

Namun, inti kegiatan tetap berada pada pertukaran pengetahuan mengenai teknologi pertanian.

Bisa Jadi Model bagi Kelompok Tani Lain

Kelompok Tani Balebat 4 berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek di satu desa.

Pengembangan lebih lanjut diperlukan agar teknologi yang digunakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan petani dan dapat diterapkan secara lebih luas.

Jika berhasil, metode tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam pengendalian hama burung.

Sekaligus mendorong petani lebih terbuka terhadap penggunaan teknologi.

Bagi sektor pertanian, langkah seperti ini menjadi penting.

Sebab, tantangan petani terus berkembang, sementara kebutuhan terhadap efisiensi dan produktivitas juga semakin besar.

Studi banding dari Hulu Sungai Utara memperlihatkan bahwa inovasi yang lahir dari sebuah kelompok tani di Ciamis ternyata bisa menarik perhatian daerah lain.

Dari sebuah sawah di Desa Dewasari, teknologi smart farming pun mulai menemukan jalannya untuk dipelajari dan dikembangkan lebih jauh.

Kegiatan studi banding berlangsung lancar hingga selesai.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *