Oleh karena itu, Pemkab Ciamis mengajak warga untuk terus merawat budaya gotong royong dan saling membantu demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Di samping itu, perayaan ini juga menjadi sarana muhasabah bersama.
Warga diharapkan mampu merefleksikan diri untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga amanah, meningkatkan kejujuran.
Kemudian, memikul tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Menutup sambutannya, ia memaparkan bahwa Pemkab Ciamis tengah gencar mendorong pembangunan daerah agar semakin maju.
Namun, ia mengingatkan bahwa target tersebut mustahil tercapai tanpa adanya partisipasi aktif dan untaian doa dari masyarakat.
Melalui penguatan nilai keagamaan ini, pemerintah berharap pembangunan Ciamis tidak sekadar menyasar infrastruktur fisik, melainkan juga menyentuh aspek mental dan spiritual warganya.














