banner 720x220
News  

Relawan MBG Ciamis Minta Dapur yang Ditutup Dibuka Kembali, Sebut Program Serap 8.000 Tenaga Kerja

Ketua Pelaksana Silaturahmi Akbar Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Ciamis, Kiai Syamsu Ramli Al-Humaini. (Dok, foto. Istimewa)
Ketua Pelaksana Silaturahmi Akbar Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Ciamis, Kiai Syamsu Ramli Al-Humaini. (Dok, foto. Istimewa)

Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga saat ini terdapat delapan dapur MBG yang ditutup permanen.

Namun ia mengaku mendengar kabar adanya potensi penambahan jumlah tersebut.

“Informasi terakhir yang kami terima ada delapan dapur yang ditutup permanen. Mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai penyebab penutupan sejumlah dapur, Syamsur mengaku belum mengetahui secara pasti karena hal tersebut merupakan kewenangan BGN.

“Kami sebagai relawan tidak mengetahui alasan detailnya. Mungkin ada pertimbangan dari pimpinan BGN,” katanya.

Dihadiri 100 Dapur Lebih

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, Syamsur menyebut lebih dari 100 dapur MBG turut hadir.

Sementara di Kabupaten Ciamis sendiri saat ini telah beroperasi sekitar 141 dapur MBG yang melayani masyarakat.

Ke depan, pihaknya berharap jumlah dapur terus bertambah agar mampu menjangkau lebih banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kebutuhan masyarakat masih sangat besar. Dapur yang ada sekarang belum mampu meng-cover seluruh KPM yang ada di Kabupaten Ciamis. Mudah-mudahan ke depan jumlah dapur semakin bertambah,” katanya.

Ia juga berharap koordinasi antarrelawan semakin solid dengan dibentuknya koordinator di berbagai wilayah serta penyelenggaraan agenda silaturahmi seperti ini secara rutin setiap tahun.

Terkait pendanaan kegiatan Silaturahmi Akbar Relawan MBG, Syamsu menjelaskan seluruh biaya berasal dari donatur dan hasil gotong royong para relawan.

“Acara ini didukung oleh beberapa donatur, ditambah hasil patungan dari para relawan. Semuanya dilakukan secara swadaya demi menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai dampak persoalan hukum yang menimpa salah satu petinggi BGN terhadap penyaluran program ke daerah, Syamsu memastikan sejauh ini tidak ada pengaruh terhadap pelaksanaan program MBG.

“Setahu kami tidak ada dampaknya. Program tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *