Berdasarkan berbagai catatan evaluasi itulah, Presiden menyimpulkan bahwa instansi ini membutuhkan nahkoda baru demi mendongkrak performa lembaga.
Menurut Prasetyo, BGN membutuhkan sosok pemimpin yang bergerak taktis dan mampu membangun koordinasi lintas sektor.
Sebab, program perbaikan gizi nasional ini menuntut ketepatan sasaran, efisiensi waktu, dan transparansi anggaran yang tinggi.
Tiga Perintah Utama untuk Pemimpin Baru
Pascapelantikan ini, Mensesneg langsung memberikan instruksi tegas kepada tiga bos baru BGN tersebut untuk segera menggeber kinerja lembaga.
Pertama, mereka harus secepatnya melakukan konsolidasi internal demi menyatukan visi organisasi.
Kedua, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah (provinsi hingga kabupaten/kota) agar distribusi program MBG di lapangan berjalan mulus.
Ketiga, memperbaiki tata kelola organisasi guna menghadirkan dampak nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
”Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu bergerak cepat mengesekusi program prioritas, memperbaiki kinerja, dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia,” tutup Prasetyo.














