banner 720x220

Percepat Deteksi TB, Wamenkes Sebut Bakal Tambah X-ray di Jabar Jadi 121 Unit, Ciamis Dapat 3

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus saat kegiatan Monitoring Tracking Tuberculosis (TB) terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Setda Ciamis.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus saat kegiatan Monitoring Tracking Tuberculosis (TB) terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Setda Ciamis.

CIAMIS,Kondusif.com,- Wakil Menteri Kesehatan menyebut akan menambah alat X-ray untuk memperkuat pemeriksaan tuberkulosis atau TB di Jawa Barat. Jumlah alat X-ray di provinsi itu ditargetkan bertambah menjadi 121 unit, termasuk tambahan tiga unit untuk Kabupaten Ciamis.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan rencana tersebut dalam kegiatan Monitoring Tracking Tuberculosis (TB) terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Setda Ciamis, Senin, 21 September 2026.

Benjamin mengatakan penambahan alat X-ray diperlukan untuk mempercepat pemeriksaan masyarakat yang menjadi sasaran penelusuran TB. Saat ini, kata dia, Jawa Barat memiliki 48 alat X-ray.

“Nah, ini di Jawa Barat sekarang sudah ada 48 alat X-ray,” kata Benjamin.

Menurut dia, pemerintah akan menambah peralatan tersebut pada bulan berikutnya.

Penambahan itu mencakup puluhan unit yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat.

“Nah, kalau ini, bulan depan ya, kita tambah lagi nih Pak X-ray-nya, 90 plus 31, ya? 121 mungkin ditambah di Jawa Barat, biar periksanya lebih cepat lagi,” ujar Benjamin.

Ciamis Mendapat Tambahan Tiga X-ray

Dalam kesempatan tersebut, Benjamin memastikan Ciamis termasuk daerah yang akan memperoleh tambahan alat X-ray.

Ia menyebut jumlah tambahan untuk Ciamis sebanyak tiga unit.

“Nah, Ciamis nambah berapa ini? Tambah 3 lagi, ya?” kata Benjamin.

“Tambah 3 lagi,” jawab pihak dalam forum tersebut.

Tambahan alat itu akan mendukung pemeriksaan warga yang teridentifikasi dalam penelusuran kontak erat pasien TB.

Pemeriksaan X-ray menjadi salah satu tahapan skrining sebelum warga yang terindikasi TB menjalani pemeriksaan diagnostik.

Di Ciamis, Dinas Kesehatan telah mengintegrasikan penelusuran TB dengan pelaksanaan CKG.

Dari proses tersebut, sebanyak 1.321 kontak erat pasien TB telah teridentifikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis Rizaldi Sofyan mengatakan 486 orang dari kontak erat tersebut telah menjalani skrining menggunakan X-ray.

Hasil skrining kemudian menemukan 400 orang yang masuk kategori terduga TB.

Sebanyak 324 orang selanjutnya menjalani pemeriksaan diagnostik.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 21 kasus TB.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *