banner 720x220

Wamenkes Targetkan Kasus TB Ciamis Turun 50 Persen pada 2029

Wamenkes Targetkan kasus TB Ciamis turun 50 persen
Wamenkes Targetkan kasus TB Ciamis turun 50 persen

CIAMIS,Kondusif.com,- Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menargetkan kasus tuberkulosis (TB) di Kabupaten Ciamis turun minimal 50 persen pada 2029. Target itu ditempuh melalui penguatan pelacakan kontak erat pasien TB dan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

Benjamin menyampaikan target tersebut saat Monitoring Tracking Tuberculosis (TB) Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Setda Ciamis, Senin, 21 September 2026.

Menurut dia, persoalan penanganan TB saat ini bukan semata-mata menemukan dan mengobati pasien yang sudah terdiagnosis.

Pemerintah juga perlu mengejar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien agar potensi penularan dapat dicegah.

“Kalau kita lakukan tiga tahun berturut-turut, 2029 pasti kasus TBC di Ciamis akan turun minimal 50 persen,” kata Benjamin dalam paparannya.

Benjamin menjelaskan, pengobatan pasien TB di Jawa Barat telah berjalan cukup tinggi.

Namun, dia menilai upaya pencegahan melalui pemeriksaan kontak erat dan pemberian TPT masih perlu diperkuat.

Ia mencontohkan kondisi ketika seorang pasien TB telah mendapatkan pengobatan dan dinyatakan sembuh.

Namun, anggota keluarga yang tinggal serumah belum menjalani pemeriksaan atau belum mendapatkan terapi pencegahan sesuai indikasi.

Menurut Benjamin, kondisi tersebut dapat membuat penularan terus berulang di lingkungan keluarga.

Karena itu, pemerintah mengarahkan strategi penanganan TB tidak hanya berada di hilir melalui pengobatan, tetapi juga di hulu melalui pencegahan.

Kontak Erat Jadi Sasaran Utama

Benjamin mengatakan orang yang tinggal serumah dengan pasien TB harus menjadi salah satu sasaran utama pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui integrasi CKG dengan X-ray.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang mengalami TB, petugas dapat melanjutkan penanganan dan pengobatan.

Sementara itu, orang yang tidak terdiagnosis TB tetapi memenuhi kriteria untuk mendapatkan terapi pencegahan akan diarahkan menjalani TPT.

“Orang serumah harus diperiksa,” ujar Benjamin.

Ia meminta pemerintah daerah menggerakkan camat, kepala desa, lurah, puskesmas, kader, serta unsur terkait untuk membantu menghadirkan masyarakat yang memiliki kontak erat ke lokasi pemeriksaan.

Langkah itu, kata dia, diperlukan karena fasilitas kesehatan tidak dapat bekerja sendiri untuk mendatangkan seluruh masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Karena itu, pemerintah juga membuka kemungkinan membawa kegiatan CKG langsung ke desa apabila masyarakat mengalami kesulitan datang ke puskesmas.

Benjamin mengusulkan pemeriksaan tersebut dapat disandingkan dengan kegiatan pelayanan masyarakat lainnya, termasuk penyaluran bantuan sosial.

Dengan begitu, masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan dapat lebih mudah dijangkau.

Ciamis Disiapkan 277 Titik CKG

Dalam paparannya, Benjamin menyebut pelaksanaan CKG dengan pemeriksaan X-ray untuk penelusuran kontak TB akan diperluas.

Untuk Ciamis, dia menyebut terdapat 277 titik yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan itu diarahkan untuk menjangkau kontak erat pasien TB.

Benjamin mengatakan pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan untuk pelaksanaan kegiatan di titik-titik pemeriksaan.

Anggaran tersebut mencakup kebutuhan tenaga kesehatan dan kader yang terlibat dalam kegiatan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *