banner 720x220

Tracing Kontak Erat di Ciamis Temukan 21 Kasus TB

CIAMIS,Kondusif.com,- Sebanyak 21 kasus tuberkulosis atau TB ditemukan dari penelusuran terhadap kontak erat pasien di Kabupaten Ciamis. Temuan itu berasal dari 324 orang yang menjalani pemeriksaan diagnosis setelah sebelumnya melalui skrining X-ray.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis Rizaldi Sofyan mengatakan petugas lebih dulu mengidentifikasi 1.321 orang sebagai kontak serumah dan kontak erat dari pasien TB.

Namun, baru 486 orang yang menjalani skrining menggunakan X-ray.

Dari skrining tersebut, petugas menetapkan 400 orang sebagai terduga TB.

Selanjutnya, 324 orang menjalani pemeriksaan diagnostik. Hasil pemeriksaan menemukan 21 kasus TB.

 

Rizaldi menyampaikan data tersebut dalam kegiatan Monitoring Tracking Tuberculosis terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Aula Setda Ciamis, Senin, 21 September 2026.

“Dari hasil pemeriksaan ini didapatkan 324 yang dilakukan dengan pemeriksaan TB sehingga didapatkan 21 kasus,” kata Rizaldi.

Selain menemukan pasien TB, proses penelusuran juga mengidentifikasi orang yang memenuhi syarat untuk memperoleh terapi pencegahan tuberkulosis atau TPT. Sebanyak 31 orang mulai mendapatkan terapi tersebut.

Temuan itu menjadi bagian dari pelaksanaan active case finding (ACF) yang diintegrasikan dengan program CKG.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menjalankan pemeriksaan tersebut untuk memperluas penemuan kasus sekaligus mencegah penularan di lingkungan keluarga.

Penelusuran Menjangkau Populasi Rentan

Dinas Kesehatan Ciamis tidak hanya memeriksa kontak erat pasien TB.

Petugas juga menyasar populasi yang masuk kelompok rentan.

Rizaldi mengatakan sebanyak 15.798 orang dari populasi rentan telah menjalani skrining. Dari jumlah itu, 11.517 orang diperiksa menggunakan X-ray.

Hasil pemeriksaan kemudian mengidentifikasi 4.470 orang sebagai terduga TB.

Petugas melanjutkan pemeriksaan diagnosis melalui laboratorium terhadap 2.721 orang.

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 137 kasus TB. Sementara itu, 12 orang mulai mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis.

Setelah pemeriksaan berlangsung, Dinas Kesehatan Ciamis menyiapkan tindak lanjut untuk memperluas penelusuran kontak.

Layanan akan diintegrasikan melalui puskesmas, Posyandu, Posbindu dan Puskesmas Pembantu atau Pustu desa.

Petugas juga akan melakukan penelusuran aktif dari rumah ke rumah.

Kontak yang ditemukan akan diarahkan menjalani skrining X-ray. Mereka yang masuk kategori terduga kemudian menjalani pemeriksaan diagnostik.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *