Ia melihat semangat para pecatur Ciamis menjadi modal penting untuk membangun prestasi yang lebih tinggi.
“Saya berharap Ciamis bisa melahirkan banyak pecatur muda yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Yang paling penting sekarang adalah regenerasi,” ujar Susanto.
Ia mengaku senang bisa datang ke Ciamis untuk pertama kalinya dan bertemu langsung dengan komunitas pecatur daerah.
Baginya, kegiatan seperti ini bukan sekadar pertandingan simultan, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memotivasi generasi muda agar terus menekuni olahraga catur.
Sudah Muncul Bibit Berprestasi
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan potensi lewat lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.
Salah satunya adalah Fahmi Febriansyah, siswa SMPN 1 Kawali yang baru saja menjuarai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Jawa Barat 2026 kategori usia 13-15 tahun.
Berkat prestasi itu, Fahmi berhak mewakili Jawa Barat pada kejuaraan tingkat nasional.
Sebelumnya, Fahmi juga sukses mengharumkan nama Indonesia dalam Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 di Jakarta dengan finis di peringkat ke-11 dari 251 peserta asal 10 negara.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Ciamis memiliki bibit-bibit pecatur potensial yang membutuhkan pembinaan berkelanjutan.
Melalui kehadiran Grandmaster Susanto Megaranto dan International Master Tirta Chandra, PERCASI Kabupaten Ciamis berharap semangat para atlet muda semakin tumbuh.
Targetnya bukan sekadar mencetak juara daerah, tetapi melahirkan master, bahkan Grandmaster baru yang mampu membawa nama Ciamis dan Indonesia bersinar di pentas dunia.














