banner 720x220

Pedagang Sayur, Pahlawan Gizi yang Kerap Terlupakan

Pedagang Sayur, Pahlawan Gizi yang Kerap Terlupakan.

“Sayur itu bukan barang mewah, tapi penting. Anak-anak butuh gizi, ibu hamil butuh asupan sehat. Kalau nggak ada kami yang jualan dini hari, dapur-dapur bisa kosong,” jelasnya.

Meski bekerja dari subuh, Udin biasanya pulang menjelang siang. Ia sempatkan beristirahat, lalu membantu sang istri menyiapkan kebutuhan rumah tangga. Di sela kesibukannya, ia juga rajin mengikuti pengajian dan sesekali berbagi dagangan ke tetangga yang kesulitan.

“Saya nggak kaya, tapi kalau bisa bantu orang, saya bantu. Sayur kadang saya kasih gratis ke tetangga yang susah. Rezeki kan muter-muter,” tambahnya dengan senyum.

Pasar Induk Cibitung mungkin hanya salah satu simpul kecil dalam rantai distribusi pangan nasional. Tapi bagi warga Bekasi, tempat ini adalah urat nadi dapur mereka. Dan di dalamnya, ada sosok seperti Udin pekerja subuh yang tanpa sorotan kamera atau panggung pujian, telah memastikan tiap potong wortel dan kentang sampai ke piring dengan selamat.

Kita mungkin tak mengenal mereka satu per satu. Tapi setiap kali kita memasak sayur untuk keluarga, ingatlah bahwa di balik kesegaran itu, ada Udin yang telah berjaga lebih awal demi dapur kita. Ia adalah satu dari banyak pahlawan sunyi yang menjaga kehidupan tetap berjalan dari balik lapak sayur.

> Kondusif.com — Konten Edukasi Positif.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *