Karena itu, NasDem akan mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan arah dukungan.
Toto juga menegaskan bahwa keputusan mengenai kandidat harus melalui pembahasan internal partai.
“Jadi nanti secara internal kita bicaranya di mekanisme untuk hal ini,” ujarnya.
Dengan demikian, pertemuan PAN dan NasDem belum menghasilkan keputusan mengenai dukungan terhadap Asep Rahmat.
PAN telah menyampaikan kandidatnya, sedangkan NasDem masih menelaah usulan tersebut.
PAN Lanjutkan Safari Politik
Pertemuan dengan NasDem merupakan bagian dari rangkaian safari politik PAN untuk menjajaki komunikasi dengan partai-partai yang sebelumnya berada dalam koalisi pengusung Herdiat Sunarya-Yana D. Putra pada Pilkada 2024.
Komar mengatakan, komunikasi tersebut tidak terbatas pada NasDem, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
PAN juga berencana menjalin silaturahmi dengan partai lain yang terlibat dalam koalisi sebelumnya.
“Silaturahmi itu bukan hanya ke NasDem, PKB dan Golkar, tetapi kepada semua partai yang mengusung pada saat sebelumnya,” kata Komar.
Menurut dia, safari politik itu menjadi upaya membangun komunikasi sebelum proses pengusulan calon memasuki tahapan berikutnya.
Meski demikian, PAN belum memaparkan seluruh agenda kunjungan selanjutnya.
Di sisi lain, NasDem menyatakan komunikasi antar partai masih dapat berlanjut.
Toto menyebut pihaknya telah menerima dua kunjungan silaturahmi partai, meski dalam keterangannya ia tidak merinci nama seluruh partai tersebut.
Ia juga menyinggung proses administrasi pengisian jabatan wakil bupati yang telah berjalan, termasuk surat dari gubernur kepada bupati yang kemudian diteruskan kepada DPRD.
Namun, baik PAN maupun NasDem belum menyampaikan keputusan akhir mengenai dukungan politik terhadap kandidat yang akan mengisi posisi tersebut.
Untuk sementara, PAN telah mengajukan Asep Rahmat sebagai calon yang diusung partainya.
Adapun dukungan NasDem dan kemungkinan munculnya kandidat lain masih menunggu perkembangan komunikasi politik serta mekanisme yang berlaku.














