Tepat pada pukul 12.08 WIB, petugas menangkap bayangan benda mengapung di koordinat 7° 44′ 50.5” S dan 107°54′ 14.5” E.
Sosok itu terkonfirmasi sebagai Galih, yang ditemukan sekitar 1,3 nautical mile dari lokasi awalnya dilaporkan hilang.
Kepulangan yang Menyedihkan
Sayangnya, takdir berkata lain. Galih ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Petugas segera mengevakuasi jenazahnya dari permukaan air untuk dibawa menuju daratan.
Tanpa menunggu waktu lama, jasad korban langsung dihantarkan ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu dengan cemas.
Dengan ditemukannya Galih, operasi SAR yang menguras energi ini resmi dihentikan. Namun, duka yang tertinggal menjadi alarm bagi pelaut lainnya.
Polres Garut kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para nelayan agar tak mengabaikan alat keselamatan dan terus memantau cuaca ekstrem yang kerap menghantam pesisir selatan.
Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi warga Sancang sebuah pengingat bahwa di balik kekayaan lautnya, tersimpan bahaya yang sewaktu-waktu bisa menjemput nyawa bagi mereka yang lengah.














