Ia menambahkan bahwa prestasi non-akademik memiliki nilai yang sama pentingnya dengan akademik.
Melalui kompetisi ini, Tony berharap lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pangandaran, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Tony pun berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa bertanding dengan sikap ksatria. Ia mengingatkan bahwa menang atau kalah merupakan hal lumrah dalam setiap kompetisi.
“Yang terpenting adalah menjaga semangat, kedisiplinan, dan sportivitas. Teruslah berlatih dan kembangkan potensi diri, jangan mudah menyerah,” tuturnya memotivasi.
Pelaksanaan O2SN 2026 ini menuai dukungan penuh dari berbagai pihak.
Selain menjadi ajang pembibitan atlet berbakat, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antar pelajar di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.
Dengan terselenggaranya ajang ini, masa depan olahraga di Kabupaten Pangandaran kini tampak semakin cerah di tangan generasi muda yang tangguh.














