Selama dua hari penyelenggaraan, panitia menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan anggota maupun masyarakat.
Acara diawali dengan doa bersama dan santunan, kemudian dilanjutkan bazar produk UMKM, pertunjukan angklung, calung, reog, debus, pencak silat, hingga jalan sehat dengan hadiah utama seekor domba Garut.
Hadirkan Ruang untuk UMKM
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PAD berupaya menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM.
Sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Ketua Paguyuban Asep Dunia Tasikmalaya, Asep Budi Tauhid, mengatakan penyelenggaraan Milangkala ke-16 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan agar berbagai program organisasi dapat memberi manfaat yang lebih luas.
“Kami ingin mengembangkan potensi anggota melalui berbagai program, termasuk jambore dan kegiatan sosial lainnya. Harapannya, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga semakin kuat sehingga keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi agenda tahunan organisasi, Milangkala ke-16 PAD juga menjadi ruang pertemuan lintas daerah.
Yang mempertemukan anggota dengan latar belakang berbeda dalam semangat menjaga persaudaraan sekaligus melestarikan budaya Sunda.














