CIAMIS,Kondusif.com,– Filosofi Budaya Tatar Galuh Ciamis,- Kebudayaan seringkali dianggap hanya sebagai peninggalan masa lalu yang usang.
Namun, dalam Sawala Ageung Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis (DKKC) di Karangkamulyan, Minggu (18/1/2026) terungkap bahwa budaya adalah kompas yang menentukan arah masa depan Tatar Galuh melalui pemahaman tiga dimensi waktu: Alam Bihari (masa lalu), Alam Kiwari (masa kini), dan masa depan.
Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan bahwa budaya sebenarnya meresap ke dalam seluruh lini kehidupan manusia, bahkan hingga hal sekecil cara berpakaian.
Ia mencontohkan, tanpa kesadaran budaya, etika berpakaian akan kehilangan maknanya.
”Budaya mengatur bagaimana potongan baju Pangsi atau baju koko seharusnya. Tanpa sentuhan budaya, hidup akan berjalan semau gue tanpa aturan dan nilai,” ujar Dian.
Harmoni Lingkungan dan Jati Diri
Konsep budaya di Ciamis juga tidak bisa dipisahkan dari alam.
Melalui tema “Rempug Jukung Sauyunan Dina Enggoning Ngaheuyeuk Dayeuh Ngolah Lingkungan”.
Para tokoh adat menekankan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah bagian dari jati diri urang Galuh.
Budaya gotong royong, budaya menanam, hingga budaya bersih-bersih bukan sekadar slogan.
Melainkan fondasi yang menjadikan Ciamis diakui sebagai salah satu kota terbersih.














