“Mudah-mudahan lahir kiai-kiai yang mengharumkan nama Ciamis, bahkan Indonesia, dari pondok pesantren ini,” katanya.
Langkah Awal Dari Pondok Pesantren
Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Ciamis sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, KH Abdul Latif Khan atau Gus Latif, mengatakan pembangunan masjid merupakan langkah awal dari cita-cita yang telah lama direncanakan yayasan.
Sejak awal, kata dia, pihak yayasan sebenarnya berkeinginan membangun kompleks pondok pesantren.
Namun, kebutuhan pembangunan masjid lebih dahulu diprioritaskan.
“Allah menakdirkan masjid dibangun lebih dulu, kemudian nanti menopang pembangunan pondok pesantren,” ujar Gus Latif.
Ia menjelaskan, masjid berukuran 15 x 15 meter dengan dua lantai itu diperkirakan mampu menampung sekitar 400 jamaah.
Di sekitar lokasi juga telah berdiri sejumlah lembaga pendidikan di bawah Yayasan Miftahul Huda, mulai dari Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Madrasah Tsanawiyah hingga SMK.
Karena itu, kehadiran masjid dan rencana pondok pesantren dinilai akan melengkapi ekosistem pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Menurut Gus Latif, pembangunan masjid juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Pemerintah desa, perangkat desa, hingga masyarakat sekitar disebut terlibat dalam proses gotong royong selama pembangunan berlangsung.
“Alhamdulillah, kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat sangat antusias bergotong royong menyukseskan pembangunan ini,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat tidak hanya memanfaatkan bangunan yang telah berdiri, tetapi juga memakmurkannya melalui kegiatan ibadah, dakwah, dan pendidikan.
“Masjid ini harus menjadi tempat ibadah, tempat menuntut ilmu, pusat dakwah, sekaligus menjadi penopang kemajuan masyarakat,” ujarnya.














