Hasil uji coba nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan berikutnya.
Jika produksi menunjukkan hasil yang baik, penanaman dapat diperluas ke lokasi lain.
Eko mengatakan Polres Ciamis masih akan melakukan penelitian dan pengamatan terhadap hasil budidaya.
“Ke depan akan kita kembangkan lagi sambil kita melakukan penelitian, uji coba penanaman apakah nanti bisa menghasilkan hasil yang bagus,” ujarnya.
Tanah Kas Desa Dimanfaatkan
Sementara itu, Kepala Desa Cibeureum Ayi Hidayat mengatakan pemerintah desa mendukung penanaman bawang putih dengan memanfaatkan tanah kas desa.
Luas lahan yang disiapkan sekitar satu hektare, meski penanaman perdana baru mencakup setengah hektare.
Menurut Ayi, pemerintah desa melihat program tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kelompok Tani Gunungsari yang terlibat dalam penanaman juga terdiri atas warga setempat.
“Dampaknya luar biasa dari sisi pemberdayaan, peningkatan ekonomi juga, juga penyerapan tenaga kerja,” kata Ayi.
Dengan melibatkan petani lokal, produksi bawang putih diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Petani dapat memperoleh pengalaman, mengembangkan keterampilan budidaya, sekaligus membuka peluang pendapatan baru.
Ayi berharap tanaman yang baru ditanam tersebut mampu menghasilkan panen sesuai harapan.
Jika berhasil, pemerintah desa dan petani dapat mempertimbangkan perluasan penanaman.
“Harapannya mudah-mudahan dengan awal penanaman bawang putih ini sukses sampai dipanen dengan hasil yang luar biasa,” ujarnya.
Dari Ciamis untuk Swasembada
Penanaman bawang putih di Sukamantri menjadi bagian kecil dari upaya pemerintah mengejar swasembada bawang putih.
Pemerintah pusat menggelar gerakan serentak di 17 provinsi, sementara daerah menjalankan penanaman sesuai potensi masing-masing.
Di Ciamis, langkah itu dimulai dengan uji coba.
Polres Ciamis bersama petani ingin memastikan komoditas tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan produksi yang baik sebelum memperluas penanaman.
Jika uji coba berhasil, produksi bawang putih lokal berpeluang ditingkatkan.
Dengan begitu, Ciamis tidak hanya menjadi daerah yang mengikuti gerakan nasional, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pasokan bawang putih dalam negeri.
Pada akhirnya, keberhasilan program akan ditentukan oleh hasil di lahan.
Panen menjadi ujian pertama apakah penanaman bawang putih di Sukamantri dapat berkembang menjadi budidaya berkelanjutan.
Dari lahan setengah hektare itu, Polres Ciamis dan petani kini menunggu hasilnya.
Jika produksinya menjanjikan, langkah berikutnya bukan lagi sekadar menanam, melainkan memperluas budidaya untuk memperkuat pasokan bawang putih lokal.














