Karena itu, setiap pengurus di tingkat kecamatan harus tampil lebih aktif menggerakkan organisasi sekaligus memperluas jaringan relawan.
Tak hanya itu, Herry juga mendorong para Ketua DPC agar berani maju sebagai calon anggota legislatif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat daya saing PAN di setiap daerah pemilihan.
“Ketua DPC jangan minder. Harus berani mencalonkan diri menjadi anggota DPRD kabupaten atau kota. DPC harus menjadi motor penggerak partai, bukan hanya sekadar pelengkap organisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herry menyebut DPW PAN Jawa Barat akan memberikan perhatian khusus kepada DPC yang aktif menjalankan program organisasi.
Salah satu program yang didorong ialah pembentukan kelompok masyarakat berbadan hukum agar dapat mengakses berbagai program aspirasi yang diperjuangkan legislator PAN, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.
Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh kader agar mulai mengantisipasi kemungkinan perubahan regulasi Pemilu 2029 yang saat ini masih menjadi pembahasan.
Menurutnya, apa pun sistem yang nantinya diterapkan, partai yang memiliki organisasi kuat hingga tingkat desa akan lebih siap menghadapi persaingan.
Karena itu, Herry meminta seluruh kader menjaga soliditas dan tidak menganggap remeh setiap agenda partai.
“Yang paling penting adalah menjaga kekompakan. Jangan pernah diwakilkan dalam setiap kegiatan partai. Dari kehadiran dan kebersamaan itulah semangat gotong royong tumbuh. Kalau organisasi solid sampai ke tingkat desa, insyaallah target menambah kursi DPRD dan meraih hasil lebih baik pada Pemilu 2029 bisa diwujudkan,” pungkasnya.
Melalui Muscab VI tersebut, PAN Ciamis menegaskan kesiapannya membangun kekuatan politik sejak dini.
Konsolidasi kader, penguatan struktur organisasi, hingga pembentukan jaringan relawan di tingkat desa diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan elektabilitas partai sekaligus memperbesar peluang meraih tambahan kursi pada Pemilu 2029.














