banner 720x220

Lautan Manusia di Astana Gede Kawali, Bupati Ciamis Kawal Kirab Mahkota Binokasih

Ciamis,Kondusif.com,- Kawasan bersejarah Astana Gede Kawali mendadak jadi lautan manusia pada Minggu (3/5/2026) malam. Ribuan warga rela berdesakan di tengah guyuran hujan demi menyaksikan prosesi sakral Kirab Mahkota Binokasih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda.

​Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, turun langsung mengawal jalannya prosesi bertajuk “Napak Tilas Padjadjaran” ini.

Sejak awal, Herdiat sudah menyambut kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di depan Kantor Kecamatan Kawali sebelum keduanya bergabung dalam barisan kirab budaya.

​Prosesi Megah di Tengah Guyuran Hujan

​Iring-iringan kirab memulai perjalanannya dari Alun-Alun Kawali.

Suasana tampak megah dengan penampilan tarian tradisional, deretan kuda pengawal, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih simbol supremasi dan kejayaan Tatar Sunda.

​Meskipun hujan membasahi bumi Galuh, antusiasme warga tak surut sedikit pun.

Mereka menyemut di sepanjang rute menuju Astana Gede untuk melihat dari dekat mahkota legendaris tersebut.

Setibanya di situs bersejarah, Mahkota Binokasih diletakkan dengan khidmat di panggung utama agar bisa disaksikan langsung oleh masyarakat dan tamu undangan.

​”Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan nyata untuk melestarikan budaya Sunda. Ini identitas kita, bagian tak terpisahkan dari sejarah Tatar Sunda,” tegas Herdiat di sela-sela acara.

​Pesan ‘Amanah Karuhun’ dari Gubernur

​Di puncak acara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan orasi kebudayaan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *