Ia mengingatkan bahwa merawat budaya bukan sekadar upacara, melainkan tentang menjalankan amanah leluhur dalam melayani rakyat.
”Apa yang kita lakukan hari ini adalah amanah dari karuhun: dedehan, welasan, asihan. Jangan sampai ada rakyat yang sakit tapi tidak terobati, jangan ada anak yang tidak bisa sekolah,” seru Dedi di hadapan ribuan warga.
Tak hanya soal filosofi, Dedi juga membawa kabar segar bagi warga Ciamis.
Ia berkomitmen untuk menata kawasan Kawali, termasuk memperbaiki infrastruktur jalan dan mengembalikan nilai historis Astana Gede agar lebih tertata tanpa kehilangan kesuciannya.
Menjelang akhir acara, Dedi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Ciamis, jajaran Forkopimda, serta masyarakat yang tetap bertahan hingga acara usai meski pakaian mereka basah kuyup.
Kegiatan ini pun berakhir dengan suasana penuh kebersamaan.
Kirab Mahkota Binokasih sukses menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Ciamis dalam menghidupkan kembali ruh budaya Sunda di tengah zaman modern.














