Meski sebagian besar peserta akhirnya harus mengakui keunggulan GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra, Kang Rifai menegaskan hasil pertandingan bukan menjadi tujuan utama.
Menurutnya, kesempatan berhadapan langsung dengan pecatur kelas dunia justru menjadi pengalaman yang jauh lebih berharga.
“Kalau soal menang atau kalah, kami sudah menyadari kualitas Grandmaster. Tetapi pengalaman bertanding langsung dengan mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Banyak ilmu, strategi, cara berpikir, dan teknik bermain yang bisa dipelajari secara langsung. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi kami,” ungkapnya.
Dorong Pembinaan Pecatur Muda
Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menjelaskan kegiatan tersebut digelar bukan sekadar menghadirkan pertandingan eksibisi.
Menurutnya, olahraga catur memiliki nilai edukatif karena mengajarkan disiplin, sportivitas, kemampuan berpikir strategis, serta pembentukan karakter.
Karena itu, Lapas Ciamis berkolaborasi dengan PERCASI Kabupaten Ciamis untuk menghadirkan Grandmaster sebagai motivasi bagi para pecatur muda agar terus meningkatkan kemampuan.
Melalui kegiatan bertema “Dengan Semangat Harmoni, Membangun Karakter Melalui Catur”, Supriyanto berharap semakin banyak bibit atlet catur bermunculan dari Kabupaten Ciamis.
Kehadiran Grandmaster Susanto Megaranto dan International Master Tirta Chandra pun diharapkan menjadi titik awal berkembangnya prestasi catur di Tanah Galuh.
Tidak hanya melahirkan juara di tingkat daerah.
Tetapi juga membuka jalan bagi atlet-atlet muda Ciamis untuk bersaing di level nasional hingga internasional.














