“Beliau bisa menjadi poros tengah yang mampu diterima berbagai elemen di lingkungan NU,” katanya.
Alasan berikutnya berkaitan dengan gagasan pemberdayaan ekonomi umat.
Kyai Chalim mengatakan Gus Gudfan dinilai mampu menerjemahkan nilai-nilai dakwah Sunan Drajat.
Melalui penguatan ekonomi warga Nahdliyin, modernisasi tata kelola organisasi, hingga pemberdayaan pesantren.
Ia menyebut pengalaman Gus Gudfan di dunia usaha menjadi modal dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
Tak hanya itu, Kyai Chalim juga menilai Gus Gudfan memiliki kemampuan membawa PBNU menghadapi tantangan global.
Dengan tetap berpijak pada tradisi Islam Nusantara.
Menurutnya, perpaduan antara pengalaman organisasi, wawasan modern, dan latar belakang pesantren.
Menjadi bekal untuk memperkuat posisi PBNU di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap PBNU dapat melangkah ke masa depan dengan tetap berpegang pada sanad perjuangan para ulama serta menjadi organisasi yang modern, mandiri, dan mampu merangkul seluruh elemen Nahdliyin,” pungkasnya.














