Ia juga menolak keras praktik jurnalisme yang hanya mencari kesalahan tanpa dasar fakta.
”Tugas kami adalah mengangkat prestasi siswa dan guru, bukan mencari-cari celah. Jika ada kritik, itu sifatnya untuk perbaikan, bukan untuk menjatuhkan marwah profesi guru,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan, bagi oknum yang mengaku wartawan namun bekerja di luar koridor hukum seperti mengancam atau tidak profesional masyarakat tidak perlu takut.
Pasalnya, ada jalur resmi untuk melaporkan mereka yakni ke Dewan Pers.
”Bangunlah meja dialog, bukan pagar penghalang. Begitu guru paham aturan mainnya, insya Allah, hubungan dengan insan pers akan selalu aman terkendali,” tutup Rifai, yang disambut anggukan setuju dari para peserta seminar.
Dengan pembekalan ini, diharapkan juga para guru di lingkungan PGRI Cikoneng kini lebih melek media.
Kemudian, mampu menjadikan literasi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di sekolah.














