banner 720x220
News  

Keterlibatan Orang Tua hingga Asesmen Awal Warnai MPLS di SMPN 1 Campaka Purwakarta

MPLS SMPN 1 Campaka Purwakarta. (Dok,foto. Istimewa)
MPLS SMPN 1 Campaka Purwakarta. (Dok,foto. Istimewa)

PURWAKARTA,Kondusif.com,- MPLS SMPN 1 Campaka Purwakarta pada tahun ajaran 2026/2027 tampil dengan konsep berbeda. Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga melibatkan orang tua, melaksanakan asesmen awal, serta pemeriksaan kebugaran siswa sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan.

Sebanyak 342 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar selama lima hari, 13-17 Juli 2026.

Mereka terbagi ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel). Dengan tambahan tersebut, jumlah siswa aktif di SMPN 1 Campaka kini mencapai 989 orang.

MPLS SMPN 1 Campaka Purwakarta Fokus pada Adaptasi Siswa

Kepala SMPN 1 Campaka, Sugeng Widodo, mengatakan MPLS tahun ini difokuskan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar baru.

Menurutnya, transisi dari jenjang SD ke SMP membutuhkan kesiapan mental karena sistem pembelajaran berubah dari guru kelas menjadi guru mata pelajaran.

“Melalui MPLS ini, kami mempersiapkan mental dan adaptasi mereka agar saat kegiatan belajar mengajar efektif dimulai, siswa bisa langsung mengikuti prosesnya dengan nyaman dan siap,” ujar Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).

Selain itu, sekolah juga menerapkan regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menekankan penguatan Tri Sentra Pendidikan, yaitu kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Orang Tua Dilibatkan Sejak Hari Pertama MPLS

Sebagai bentuk implementasi Tri Sentra Pendidikan, seluruh orang tua siswa kelas VII diundang ke aula sekolah pada hari pertama MPLS.

Mereka mendapatkan penjelasan mengenai kurikulum, tata tertib sekolah, hingga program pembinaan karakter.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan siswa secara simbolis kepada pihak sekolah.

Sugeng menegaskan keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah.

Menurutnya, komunikasi antara orang tua, wali kelas, guru bimbingan konseling (BK).

Hingga kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mendampingi perkembangan siswa selama tiga tahun ke depan.

Untuk memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan, SMPN 1 Campaka juga menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil setempat.

Kegiatan MPLS Dikemas Humanis dan Religius

Ketua Panitia MPLS Ramah SMPN 1 Campaka, Yenni Herawati, menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan yang humanis dan religius.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *