banner 720x220

Kemenkes Gencarkan Perang Melawan Rokok di Sekolah

Sumber foto: Kemenkes RI
Sumber foto: Kemenkes RI

Kemudian, merusak fungsi alveoli, hingga menurunkan fungsi paru secara signifikan.

​”Kerusakannya sama dengan merokok, nggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru membuat fungsi paru kita pasti akan menurun,” tegasnya.

​Benny pun mengajak generasi muda untuk menjadikan kesehatan sebagai modal utama menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baginya, edukasi yang tepat akan mencerdaskan anak bangsa hingga mereka mampu mengambil keputusan sendiri untuk menolak rokok.

​Kolaborasi Lintas Sektor

Senada dengan Wamenkes, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, William Adi Teja, menekankan pentingnya pendekatan berlapis untuk menurunkan prevalensi perokok.

​”Untuk menghentikan rokok, caranya sangat banyak. Selain kawasan bebas rokok dan edukasi, inovasi produk pengganti nikotin yang berbasis bukti ilmiah juga menjadi salah satu pilihan solutif,” ujar William.

​Di sisi lain, Ketua Umum PDPI, Arief Riadi Arifin, menilai pencegahan dini jauh lebih efektif daripada mengobati adiksi yang sudah menahun.

Menurutnya, sekali seseorang terjerat adiksi rokok selama puluhan tahun, proses untuk berhenti akan menjadi sangat sulit.

​”Edukasi harus dilakukan secara masif. Kalau kita tahu rata-rata mulai merokok di usia 14 tahun, maka gerakan ini harus dimulai sejak di bangku sekolah,” pungkas Arief.

​Pemerintah sendiri kini tengah mengebut penyelesaian regulasi untuk membatasi daya tarik produk tembakau, terutama bagi segmen anak dan remaja.

Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, hingga sektor swasta diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *