Dalam peringatan tersebut, Kemendikdasmen menghadirkan program Main Raya Anak Nusantara yang menggabungkan permainan tradisional, aktivitas berbasis STEAM, dan eksplorasi alam.
“Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui aktivitas bermain dan interaksi secara langsung.”
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kampanye pembatasan gawai bertujuan menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi sosial.
“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” kata Kurniawan.
Heni Nurhaeni/Kondusif.com














