Tidak hanya mengandalkan pendistribusian air bersih, Polres Ciamis juga mendorong adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan.
Kapolres meminta BPBD Kabupaten Ciamis melakukan kajian teknis mengenai kemungkinan pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi yang selama ini kerap mengalami krisis air bersih.
“Harapannya, tidak hanya bantuan sementara, tetapi juga ada solusi jangka panjang sehingga masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ciamis, hingga saat ini terdapat 22 desa di 15 kecamatan yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026. Kabupaten Ciamis juga masih berada dalam status Siaga Darurat Kekeringan.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah melalui BPBD bersama Polres Ciamis dan jajaran Polsek untuk terus melakukan pendistribusian air bersih secara rutin ke sejumlah wilayah terdampak.
Bagi warga Dusun Campaka, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah sulitnya memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pendistribusian air dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Lebih dari sekadar bantuan, langkah Polres Ciamis bersama BPBD menunjukkan bahwa penanganan krisis air membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Di saat kebutuhan dasar masyarakat terancam akibat kekeringan, kehadiran pemerintah, aparat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi penting untuk memastikan warga tetap memperoleh akses air bersih.
Kegiatan penyaluran air bersih berlangsung aman, tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.***
Reporter: Hasna Ismi Lutfiyah














