Ia menyebut pejabat di Ciamis mayoritas cukup profesional dan humanis.
Hal inilah yang membangun ruang saling menghormati otoritas masing-masing tanpa harus mengorbankan independensi pers.
Negara Harus Hadir untuk Kesejahteraan Para Jurnalis
Ia meminta kepada negara agar tidak menutup mata terhadap kondisi para penjaga demokrasi ini.
”Ini yang harus diperhatikan negara/ pemerintah. Kesejahteraan jurnalis harusnya dijamin oleh negara karena tugas kita sangat fundamental bagi sehatnya sebuah negara,” tegas Heri.
Baginya, jurnalisme berkualitas adalah benteng terakhir melawan polusi informasi dan hoaks yang bertebaran di jejaring media sosial.
Di era digital, peran media justru semakin krusial sebagai penjernih informasi (klarifikasi) agar masyarakat tidak termakan disinformasi yang menyulut konflik.
Pesan untuk ‘Penjaga’ Transparansi
Menutup perbincangan, Heri berpesan kepada seluruh koleganya di Ciamis agar tetap percaya diri dalam menjalankan tugas penyebar informasi untuk public.
Ia meminta rekan sejawatnya untuk selalu ingat bahwa profesi jurnalis dipayungi UU Pers lex specialis yang memiliki perlindungan hukum khusus.
”Jangan biarkan demokrasi kita rapuh karena arus disinformasi. Saya berharap pemerintah dan aparat penegak hukum tidak menghalang-halangi tugas jurnalis. Mari terima dengan legowo tugas pokok dan fungsi kami,” tambahnya.
Mengusung tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan yang Damai dan Adil”, Hari Pers Sedunia 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi ekosistem pers di daerah agar lebih dihargai, baik secara karya maupun kesejahteraannya














