Ciamis,Kondusif.com,- Di balik kilauan emas dan kemegahan estetikanya, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan sekadar simbol kekuasaan raja-raja masa lalu. Ia adalah sebuah “kitab” berjalan yang menyimpan tuntunan moral tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap.
Baru-baru ini, kemegahan tersebut kembali menyapa publik dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026).
Prosesi ini menjadi pengingat bahwa warisan leluhur Sunda masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman modern.
Etimologi: Kasih Sayang sebagai Pakaian Hidup
Nama lengkap mahkota ini adalah Binokasih Sanghyang Pake.
Secara etimologi, nama ini memiliki makna yang sangat membumi:
- Binokasih mengandung arti kasih sayang yang tulus.
- Sanghyang Pake berarti sesuatu yang mulia untuk dikenakan atau diterapkan.
Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Luky Djohari Soemawilaya, menekankan bahwa nama ini adalah sebuah perintah etis.
Kasih sayang tidak boleh hanya menjadi wacana, melainkan harus menjadi “pakaian” atau sumber tindakan sehari-hari.














