Posisi berikutnya ditempati Puskesmas Jatinagara dengan 60,39 persen, Puskesmas Rajadesa 58,05 persen, Puskesmas Cieurih 55,28 persen, dan Puskesmas Kawali 53,92 persen.
Selain berdasarkan persentase, jumlah masyarakat yang telah mengikuti CKG juga tersebar cukup besar di sejumlah kecamatan.
Kecamatan Ciamis mencatat 34.124 orang, kemudian Rajadesa 31.975 orang, Cipaku 31.705 orang, dan Banjarsari 27.456 orang.
Untuk tingkat puskesmas, jumlah masyarakat yang telah mendapatkan layanan CKG antara lain Puskesmas Rajadesa sebanyak 31.975 orang, Puskesmas Ciamis 23.479 orang, Puskesmas Panjalu 22.543 orang, Puskesmas Banjarsari 20.401 orang, dan Puskesmas Rancah 19.846 orang.
Rizali mengatakan pemerintah daerah akan terus memperluas pelaksanaan CKG dengan memanfaatkan berbagai titik pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Program tersebut tidak hanya dilaksanakan di puskesmas, tetapi juga akan diintegrasikan dengan layanan di Posyandu, Posbindu, dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa.
Langkah tersebut dilakukan agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang belum mengikuti program CKG.
“Kami melakukan implementasi dan perluasan cakupan, melanjutkan kegiatan terintegrasi dengan layanan CKG di puskesmas, Posyandu, Posbindu, dan Pustu Desa,” ujar Rizali.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga akan melakukan pemantauan capaian secara rutin.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.
Rizali berharap perluasan layanan tersebut dapat meningkatkan cakupan CKG secara berkelanjutan.
Dengan semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus melakukan tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Sehingga diharapkan adanya cakupan screening yang meningkat,” katanya.














