Caranya adalah dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi.
Tak hanya itu, Disdukcapil Ciamis juga merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan program ini.
”Inovasi ini tidak hanya fokus pada percepatan penerbitan dokumen, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan perkawinan. Kami ingin memastikan setiap perkawinan yang sah dapat tercatat secara resmi oleh negara,” papar Agus.
Untuk memuluskan target tersebut, Disdukcapil Ciamis kini tengah gencar melakukan berbagai langkah nyata di lapangan, di antaranya:
- Gencar bersosialisasi langsung ke tengah masyarakat.
- Membangun sinergi dengan para tokoh agama dan lembaga terkait.
- Menyederhanakan alur pelayanan agar warga tidak perlu mengantre lama.
- Mengintegrasikan sistem digital untuk mempercepat proses penerbitan akta.
Dampak Nyata untuk Data Kependudukan
Di sisi lain, manfaat GASPOL PAKTA MANIS ini tidak hanya menyasar masyarakat umum.
Di balik itu, program ini juga bakal mendongkrak akurasi data kependudukan Pemkab Ciamis.
Alhasil, pemerintah daerah bisa merancang perencanaan pembangunan dengan jauh lebih tepat sasaran.
Mengusung semangat Disdukcapil PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Akuntabel), inovasi ini menjadi bukti sahih komitmen Pemkab Ciamis dalam menghadirkan pelayanan publik yang antiribet dan berdampak langsung.
Menutup perbincangan, Agus mengingatkan kembali jargon yang menjadi pemantik semangat program ini: “Sah di Agama, Tercatat di Negara, Keluarga Bahagia, Hak Terjamin.”
Melalui slogan ini, Disdukcapil Ciamis optimis mampu mewujudkan masyarakat yang tertib administrasi dan terlindungi hak-hak sipilnya.














