Kondusif.com,- Gemuruh puluhan ribu suporter di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium) langsung membakar atmosfer laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6) pagi WIB. Drama sengit tersaji di atas rumput hijau saat tim bertabur bintang sekaligus juara dunia lima kali, Brasil, dipaksa gigit jari. Raksasa Afrika, Maroko, sukses menahan imbang Selecao dengan skor 1-1 melalui duel taktis yang menguras emosi.
Hasil imbang ini sontak membunyikan alarm bahaya bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti.
Pasalnya, memori kelam Piala Dunia 2018 membayangi langkah mereka, di mana Brasil kala itu juga gagal memetik poin penuh di laga perdana setelah ditahan imbang Swiss dengan skor serupa.
Brasil vs Maroko: Singa Atlas Mengaum Lebih Dulu
Sejak peluit pertama berbunyi, Maroko yang menyandang status semifinalis edisi lalu langsung tampil menggebrak tanpa rasa takut.
Alih-alih bertahan, skuad asuhan Mohamed Quahbi ini justru berani meladeni permainan terbuka tim Samba lewat pressing tinggi yang ketat.
Stadion bergemuruh hebat pada menit ke-21 saat Singa Atlas berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu.
Berawal dari kejelian Brahim Diaz yang melepaskan umpan terobosan mematikan ke ruang kosong, lini belakang Brasil mendadak lengah.
Ismael Saibari dengan cerdik mengejar bola liar tersebut.
Melihat kiper Brasil, Alisson Becker, berlari maju menutup ruang, Saibari dengan dingin melepaskan tendangan cungkil yang elegan.
Bola melambung melewati jangkauan Alisson dan menggetarkan jala gawang Brasil. Skor 1-0 untuk Maroko membuat tribun suporter Afrika meledak kegirangan.
Gol Pertama: Ismael Saibari (21′) memanfaatkan umpan terobosan Brahim Diaz.
Sengatan Kilat Vinicius Junior
Tersengat oleh gol cepat tersebut, Brasil langsung menaikkan intensitas serangan dan mengurung pertahanan Maroko.
Gelombang serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-32.
Bintang Real Madrid, Vinicius Jr, tampil sebagai juru selamat.
Menerima bola di sisi kiri, Vini melakukan aksi individu memukau.
Ia mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Maroko dengan gocekan maut khas Samba, sebelum akhirnya melepaskan tembakan keras menghujam pojok gawang yang tak mampu dihalau oleh Yassine Bono.
Papan skor berubah menjadi 1-1, menghidupkan kembali asa pendukung Brasil di stadion.














