Untuk urusan dapur pacu musiknya, Kang Zudin menggandeng Erossyan dan Freda Adityawan sebagai produser.
Kolaborasi ini menghasilkan aransemen yang mampu mempertegas pesan kesedihan dalam lagu tersebut.
Gandeng Napi dan Petugas Lapas Ciamis
Menariknya, lagu yang dirilis di bawah naungan label kzmusikbandung19 ini tidak hanya hadir dalam format audio.
Kang Zudin juga menyuguhkan video musik dengan konsep yang sangat realistis dan menyentuh.
Tak main-main, video klip tersebut melibatkan langsung para narapidana di Lapas Kelas IIB Ciamis.
Bahkan, seorang petugas lapas pun turut ambil bagian mengiringi Kang Zudin dalam visualisasi lagu tersebut.
Kehadiran mereka seolah mempertegas atmosfer kesepian dan perjuangan hidup yang tengah dijalani sang penyanyi.
”Video musik ini sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube KZMUSIK BANDUNG OFFICIAL. Kami ingin menunjukkan bahwa luka dan kehilangan bisa bertransformasi menjadi karya yang kuat,” pungkas Syamsyahril.
Melalui single ini, Kang Zudin ingin menitipkan pesan bagi para pendengarnya tentang betapa perihnya sebuah kesetiaan yang dikhianati.
Baginya, karya ini adalah bukti bahwa jeruji besi tidak mampu memenjara kreativitas.














