Herdiat juga memuji cita rasa kuliner lokal yang tersaji dalam kompetisi.
Menurutnya, potensi kuliner Ciamis sudah sangat siap bersaing di kancah global.
”Utamanya kuliner khas daerah yang rasanya sudah kelas internasional. Ini luar biasa. Saya berharap adik-adik sekolah yang hari ini memasak bisa menjadi chef profesional di masa depan,” tambahnya optimis.
Lebih lanjut, Herdiat menilai bisnis kuliner kini menjadi sektor unggulan yang sangat adaptif terhadap perkembangan zaman.
Lewat makanan, Ciamis bisa mengenalkan identitas daerahnya ke dunia luar.
”Kuliner sekarang berkembang pesat, tidak kalah dengan makanan luar negeri. Tentu jadi kebanggaan tersendisri saat kita mampu mengenalkan makanan khas Ciamis ke masyarakat luas,” tegasnya.
Siap Cetak Sejarah di Hari Jadi Ciamis ke-384
Bukan sekadar kompetisi, momentum ini juga menjadi batu loncatan besar bagi Ciamis.
Saat ini, Pemkab Ciamis tengah menggodok kerja sama matang bersama BI, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jabar, serta BPJPH Jabar untuk meluncurkan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat).
Jika tidak ada arah melintang, kawasan kuliner yang diproyeksikan menjadi Zona Khas pertama di area non-tol se-Jawa Barat ini akan resmi meluncur bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada Juni mendatang.
Melalui sinergi besar ini, Pemkab Ciamis berharap bisa mencetak generasi muda yang kreatif di industri kuliner halal. Langkah nyata ini diharapkan tidak hanya melambungkan nama Ciamis, tetapi juga memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.














