banner 720x220
News  

Ciamis Darurat Miras: Kalangan Santri Desak Polisi Sikat Oknum Pembeking

​Tak hanya menyita botol memabukkan, dalam operasi itu para santri juga memergoki sejumlah pasangan bukan muhrim yang tengah berduaan di dalam kamar kos dan hotel.

Rentetan temuan inilah yang membuat Kiai Wawan mengelus dada.

​“Dari hasil hisbah yang kami lakukan, kami menilai Ciamis sudah darurat miras dan penyakit masyarakat lainnya. Dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan dan kehidupan sosial,” tegas Kiai Wawan.

​Menuntut Perbup dan Menggedor Pendopo

​Kalangan ulama menilai kondisi moralitas di Tatar Galuh sudah masuk zona merah.

Mereka melihat ada pembiaran sistemis yang membutuhkan intervensi radikal dari seluruh pemangku kebijakan.

​Sebagai langkah taktis berikutnya, kalangan santri dan ulama tidak akan berhenti di jalanan.

Mereka menjadwalkan bakal menggedor kantor Pemerintah Kabupaten Ciamis pada pekan ini untuk menggelar audiensi publik.

​Ada dua tuntutan utama yang akan mereka bawa ke meja bupati:

  • ​Penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) yang secara spesifik melarang total peredaran minuman keras di seluruh wilayah Ciamis.
  • ​Penerapan sanksi pidana dan administratif yang agresif terhadap para bandar, pengedar, hingga tempat usaha yang nekat membandel.

​“Kami ingin ada langkah nyata agar Ciamis tidak semakin tenggelam dalam darurat miras,” pungkas Kiai Wawan.

​Melalui gerakan terintegrasi ini, para santri berharap pemerintah daerah tidak menutup mata.

Merawat moralitas, melindungi kesehatan publik, serta membentengi generasi muda dari kerusakan sosial harus dimulai dengan satu cara: memutus urat nadi peredaran miras tanpa pandang bulu.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *