”Ini baru awal. Perjalanan menuntut ilmu masih panjang. Saya berpesan kepada para santri untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik formal maupun keagamaan,” pesannya.
Ia pun mengajak seluruh orang tua untuk terus mengawal tumbuh kembang anak-anaknya.
Menurutnya, menyiapkan generasi emas Indonesia juga harus dimulai dengan penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Manonjaya, Yana, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut wisuda ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Ia juga ingin para santri tak sekadar lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam keseharian.
”Ini bukan seremoni belaka. Fokus kami adalah membentuk generasi yang paham dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata,” tegas Yana.

Pemerintah Kecamatan Manonjaya, lanjut Yana, berkomitmen penuh mendukung segala bentuk kegiatan yang berorientasi pada pembangunan karakter anak.
Ia juga berharap semangat mencetak generasi berakhlakul karimah ini terus terjaga di wilayah Manonjaya.
”Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.














