Erwan juga mendorong sekolah untuk mengalihkan energi peserta didik ke kegiatan positif.
Dengan pengembangan seni, olahraga terukur, dan minat bakat lainnya yang lebih konstruktif bagi pembentukan karakter.
Di sisi lain, kolaborasi dengan orang tua menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi dengan wali murid agar pengawasan terhadap anak tetap berlangsung secara berkelanjutan, bahkan setelah jam sekolah berakhir.
Melalui instruksi ini, Dinas Pendidikan Ciamis berharap tidak ada lagi insiden yang membahayakan nyawa siswa.
Akibat minimnya pengawasan dan kelalaian dalam mendampingi aktivitas berisiko.














