”Urusan kebersihan saja, kalau saya keliling di pinggir jalan, ibu-ibu, anak-anak, hingga pemuda kompak bebersih. Itu kalau dihitung rupiah, sudah berapa miliar nilainya se-kabupaten,” imbuhnya.
Aksi Nyata Komunitas Jadi Bukti Nyata Kelestarian Budaya
Implementasi dari karakter guyub tersebut salah satunya tercermin dari konsistensi Komunitas Doervoer 100% Ulin.
Komunitas ini hampir setiap bulan rutin menggelar bakti sosial mandiri demi membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dalam aksi kali ini, mereka berkolaborasi dengan para agnia dan organisasi seperti HDCI untuk menyalurkan santunan kepada 160 warga rentan, yang terdiri dari anak yatim piatu, penderita thalasemia, hingga lansia jompo.
Gubernur Doervoer, Rusna Apriatna (Pap Unya), mengamini pernyataan bupati.
Ia menyebut bahwa gerakan komunitanya murni digerakkan oleh rasa kebersamaan antar-individu, bukan karena ketergantungan pada anggaran atau proposal formal.
Sebagai penutup, Rusna juga mengajak seluruh elemen warga yang hadir untuk terus kompak menjaga situasi dan iklim pemerintahan di Kabupaten Ciamis agar tetap kondusif di masa-masa mendatang.














