“Dampaknya luar biasa dari sisi pemberdayaan, peningkatan ekonomi juga, juga penyerapan tenaga kerja,” kata Ayi.
Pemerintah desa menyiapkan lahan tanah kas desa sekitar satu hektare untuk mendukung program tersebut.
Namun, pada tahap awal, petani baru memanfaatkan sekitar setengah hektare untuk penanaman.
Kelompok Tani Gunungsari yang beranggotakan warga setempat kemudian mengelola lahan tersebut.
Dengan begitu, kegiatan pertanian itu dapat melibatkan masyarakat secara langsung.
Bagi petani, keberhasilan budidaya bawang putih bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan.
Komoditas itu juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru jika mampu menghasilkan panen yang baik dan memiliki pasar yang menjanjikan.
Ayi berharap penanaman perdana tersebut memberikan hasil sesuai harapan.
Jika berhasil, masyarakat dapat melanjutkan budidaya dan memperluas lahan penanaman.
“Harapannya mudah-mudahan dengan awal penanaman bawang putih ini sukses sampai dipanen dengan hasil yang luar biasa,” ujarnya.
Dari Lahan Desa untuk Ekonomi Warga
Pemanfaatan tanah kas desa untuk budidaya bawang putih juga memberikan dimensi lain dalam program tersebut.
Lahan yang sebelumnya menjadi aset desa kini diarahkan untuk kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat.
Namun, hasil panen akan menjadi penentu utama keberlanjutan program.
Pemerintah desa dan kelompok tani masih harus melihat produktivitas tanaman, biaya produksi, hingga peluang pemasaran.
Karena itu, tahap awal penanaman menjadi semacam investasi sekaligus pembelajaran bagi petani.
Mereka dapat mengukur potensi bawang putih sebelum mengambil langkah lebih besar.
Di sisi lain, Polres Ciamis melihat budidaya tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Produksi lokal diharapkan dapat tumbuh secara bertahap sehingga ketergantungan terhadap pasokan impor bisa ditekan.
Dengan demikian, gerakan tanam bawang putih di Sukamantri membawa dua kepentingan sekaligus.
Di satu sisi, program itu menyasar kebutuhan nasional untuk memperkuat produksi bawang putih.
Di sisi lain, lahan desa dan tenaga petani diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Ciamis.
Jika uji coba berhasil, setengah hektare lahan yang ditanami hari ini bisa menjadi awal dari pengembangan budidaya bawang putih yang lebih luas di Kabupaten Ciamis.














