Selain itu, masifnya digitalisasi proses bisnis sukses memangkas ketergantungan perusahaan pada penggunaan kertas dan konsumsi energi fisik.
Agresif Kucurkan Kredit Hijau
Sejalan dengan agenda pemerintah, BNI juga tancap gas memperluas portofolio pembiayaan hijaunya (green portfolio).
Hingga akhir tahun, penyaluran kredit untuk sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam hayati, hingga transportasi ramah lingkungan terus mencatatkan tren kenaikan.
Langkah ini tentu bukan tanpa alasan. Selain mendukung dekarbonisasi nasional, BNI memberikan stimulus kuat bagi para pelaku usaha untuk segera beralih ke model bisnis yang lebih ramah lingkungan.
ESG Jadi Motor Ketahanan Bisnis
Di tengah tantangan ekonomi global, BNI tetap menjaga kontribusi ekonomi yang solid bagi para pemangku kepentingan, termasuk pembagian dividen yang tetap kuat.
Fakta ini mematahkan anggapan bahwa penerapan ESG menghambat kinerja finansial. Sebaliknya, BNI justru menjadikan prinsip ESG sebagai pendorong utama yang memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.
Ke depan, BNI optimistis mampu terus menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ESG dan inovasi digital yang berkelanjutan, BNI berkomitmen menghadirkan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.














