Dali mengaku merinding saat menyadari dirinya menjadi yang termuda di kloter tersebut. Ternyata, persiapan Dali sudah dilakukan sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
”Haru, senang, merinding juga. Saya nunggu antrean sekitar 9 tahun, daftarnya dari kelas 5 SD,” ungkap Dali yang terlihat anggun mengenakan batik haji nasional.
Dali menyebut keberangkatannya tahun ini adalah buah dari kesabaran menunggu antrean dan pemenuhan kriteria istito’ah (kemampuan), baik secara finansial maupun kesehatan.
Simbol Semangat Jemaah Ciamis
Kisah Rusdi dan Dali juga menjadi potret keberagaman jemaah haji asal Ciamis tahun ini.
Satu sisi menunjukkan keteguhan seorang lansia yang menabung belasan tahun dari hasil usaha kecil, di sisi lain menunjukkan persiapan matang sejak dini dari generasi muda.
Kepala Kemenhaj Ciamis, H. Nana, mengonfirmasi bahwa keduanya telah dinyatakan sehat dan siap secara fisik untuk menempuh perjalanan menuju Arab Saudi.
”Betul, jemaah tertua usia 96 tahun dan termuda 20 tahun. Semuanya dalam kondisi fit dan masuk dalam Kloter 31 yang diberangkatkan hari ini,” pungkas Nana.














