Senada dengan itu, Sekum Botasupal Brigjen Pol. Mulyono menambahkan bahwa pihaknya terus menjalankan strategi komprehensif untuk menekan angka kriminalitas ini.
Menurutnya, seluruh unsur mulai dari BIN, Kejaksaan Agung, hingga Kemenkeu kini bergerak lebih terintegrasi sesuai Perpres Nomor 123 Tahun 2012.
Tren Terus Menurun, Rupiah Makin Sakti
Kabar baiknya, data BI mencatat tren peredaran uang palsu di Indonesia terus merosot.
Jika pada 2023 rasionya berada di angka 5 ppm (piece per million), pada periode 2024-2025 angka tersebut turun menjadi 4 ppm.
Penurunan ini bukan tanpa alasan. BI terus memperkuat “perisai” Rupiah dengan teknologi cetak dan unsur pengaman paling modern.
Bahkan, kualitas uang Rupiah kini diakui dunia:
- Best New Banknote Series (2023): Penghargaan untuk Rupiah TE 2022.
- Peringkat 2 Dunia (2024): Pecahan Rp50.000 dinobatkan sebagai salah satu uang paling aman di dunia dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers.
Jangan Dilipat, Jangan Dicoret!
Di akhir acara, BI kembali mengingatkan masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan mata uang.
Selain tetap waspada dengan metode 3D, warga diminta merawat uang fisik dengan gerakan 5 Jangan:
- Jangan Dilipat
- Jangan Dicoret
- Jangan Distapler
- Jangan Diremas
- Jangan Dibasahi
Dengan kondisi uang yang terawat, masyarakat juga akan lebih mudah membedakan mana Rupiah asli dan mana yang abal-abal.
BI dan Polri juga berjanji akan terus memperkuat sinergi hingga ke level daerah demi memastikan Rupiah tetap perkasa sebagai simbol kedaulatan NKRI.














