banner 720x220
News  

BEM Pesantren Seluruh Indonesia Ingatkan Santri soal Etika dalam Menyampaikan Aspirasi

Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan nilai Islam yang menempatkan kemaslahatan sebagai salah satu landasan penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Aspirasi yang lahir dari keinginan memperbaiki keadaan akan lebih bermakna apabila disampaikan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.

Santri Diminta Tidak Mudah Terprovokasi

Selain menjaga etika dalam aksi, BEM Pesantren Seluruh Indonesia juga mengingatkan santri, mahasiswa, dan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kemampuan melakukan tabayun menjadi semakin penting. Setiap informasi perlu diperiksa sebelum dipercaya dan disebarluaskan.

Dengan demikian, gerakan sosial tidak hanya dibangun berdasarkan emosi, tetapi juga bertumpu pada fakta dan pertimbangan yang matang.

BEM Pesantren Seluruh Indonesia menilai santri memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara keberanian menyampaikan aspirasi dan keteladanan dalam bersikap.

Santri, menurut mereka, harus berani menyampaikan kebenaran tanpa kehilangan adab.

Santri juga harus mampu bersikap kritis tanpa mengabaikan kesantunan serta tetap menjaga persaudaraan meski memiliki perbedaan pandangan.

“Dari pesantren kita belajar bahwa menyampaikan kebenaran membutuhkan keberanian, tetapi menjaga adab membutuhkan kebijaksanaan. Demokrasi harus menghadirkan kebebasan bersuara sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kemaslahatan,” kata Tomy.

Demokrasi Jangan Menjadi Arena Permusuhan

BEM Pesantren Seluruh Indonesia menilai pesan tersebut semakin relevan di tengah dinamika sosial dan politik yang bergerak cepat.

Ruang publik membutuhkan generasi yang bukan hanya mampu menyuarakan aspirasi dengan lantang, tetapi juga memiliki kedalaman moral dan kedewasaan dalam mengelola perbedaan.

Karena itu, BEM Pesantren Seluruh Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan ruang demokrasi sebagai tempat untuk membangun pendidikan publik, bukan arena permusuhan.

Aspirasi, menurut mereka, perlu disampaikan dengan akal sehat, hati yang jernih, adab yang baik, serta semangat menjaga persatuan bangsa.

Dengan pendekatan tersebut, kebebasan berpendapat diharapkan tetap menjadi kekuatan demokrasi tanpa mengorbankan ketertiban, persaudaraan, dan kemaslahatan masyarakat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *