”Melalui registrasi biometrik, pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas pengecekan nomor yang terdaftar atas identitasnya,” tutur Edwin.
Menariknya lagi, jika dalam proses pengecekan tersebut Anda menemukan ada nomor asing yang tiba-tiba terdaftar menggunakan NIK Anda, Anda bisa langsung mengambil tindakan tegas.
“Sekaligus meminta pemblokiran terhadap nomor yang terindikasi terdaftar secara tidak sah,” ia menambahkan.
Data Dijamin Aman, Bebas Bocor
Bagi pelanggan lama yang masih ragu untuk melakukan scan wajah karena takut data pribadinya bocor, Komdigi memastikan bahwa sistem ini menerapkan standar keamanan tingkat tinggi.
Pemerintah menjamin data biometrik masyarakat tidak akan diendapkan, baik oleh pihak operator seluler maupun Kementerian Komdigi sendiri.
”Verifikasi wajah hanya digunakan untuk proses pencocokan identitas dengan basis data Dukcapil. Operator seluler berperan sebagai kanal verifikasi, bukan sebagai penyimpan data biometrik pelanggan,” kata Edwin menegaskan.
Terlebih lagi, infrastruktur ini sudah memperhitungkan aspek keamanan internasional dengan mengantongi sertifikasi ISO 27001.
Ditambah lagi, ada teknologi liveness detection (ISO/IEC 30107-3) yang memastikan proses pemindaian hanya merespons wajah manusia asli yang hidup, sehingga mustahil diakali menggunakan foto atau video tiruan.
Jadi untuk Anda pengguna lama, tidak perlu panik. Nomor Anda tidak akan hangus secara mendadak pada 1 Juli nanti.
Namun, demi keamanan data pribadi dari ancaman penipuan digital yang makin canggih.
Tidak ada salahnya mulai melakukan registrasi ulang biometrik di gerai atau aplikasi operator kesayangan Anda.















Respon (1)