Sebaliknya, momen ini harus menjadi ajang refleksi untuk menguatkan kembali komitmen bangsa terhadap ideologi negara.
”Pancasila merupakan ‘bintang penuntun’ yang telah terbukti mampu menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global dan ancaman perpecahan,” ujar Yugi saat membacakan pidato Kepala BPIP.
Tak hanya menjaga internal bangsa, pidato tersebut juga mengingatkan bahwa Indonesia memikul tanggung jawab konstitusional yang besar.
Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus aktif menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Oleh karena itu, lewat momentum peringatan tahun ini, Kapolres mengajak seluruh peserta upacara untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dan relevan dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Bagi internal Polres Garut sendiri, upacara ini menjadi pemantik krusial untuk terus menanamkan jiwa nasionalisme.
Dengan begitu, personel kepolisian diharapkan bisa terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga keutuhan NKRI.














