Ia kemudian bernostalgia saat mengenang masa-masa awal jurnalisme digital sekitar tahun 2012.
Saat itu, proses pelaporan masih sangat konvensional harus menggunting koran, menempelnya, hingga melampirkan rekaman dalam bentuk CD.
”Dulu kita bingung membuat SPJ karena koran harus digunting dan ditempel. Sekarang? Dunia sudah berubah drastis. Kita sudah masuk era digital, bahkan sistem Inaproc sudah menjadi standar dalam pengadaan dan transparansi informasi,” tegas Memet.
Menurutnya, penggunaan sistem digital seperti Inaproc adalah keniscayaan.
Ia pun berkomitmen untuk terus menyesuaikan pola kerja Prokopim dengan perkembangan zaman agar sinkron dengan kebutuhan rekan-rekan media di lapangan.
”Kita berada di kendaraan yang sama. Tugas kami menyiapkan ‘bus’ agar tidak tertinggal. Saya tidak bisa tidak mengikuti perkembangan ini; justru saya ingin terus mencari informasi agar kita bisa bekerja sama lebih baik,” pungkasnya.
Di akhir pertemuan, Memet membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya.
Ia menegaskan bahwa kritik dan saran dari rekan-rekan media adalah catatan penting bagi Pemkab Ciamis untuk terus berbenah.
”Sampaikan apa pun yang perlu disampaikan untuk kemajuan kita bersama. Saya akan mencatat semuanya,” tutup Memet.














