Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah konflik dan gangguan ketertiban sejak dari lingkungan masing-masing.
Kesejahteraan Jadi Fondasi Keamanan
Pemerintah Kabupaten Garut turut menyatakan dukungannya kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Namun, pemerintah melihat persoalan keamanan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan mendapatkan rasa keadilan dinilai menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan daerah yang aman.
Karena itu, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra pun menegaskan kepolisian akan terus menjalankan tugas melalui pelayanan, perlindungan, penegakan hukum, dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Bersama seluruh elemen masyarakat, kami berkomitmen menjaga dan merawat Kabupaten Garut agar tetap aman, damai, tertib dan kondusif,” tegas Niko saat ditemui awak media.
TNI-Polri Perkuat Sinergi
Dandim 0611/Garut Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga menyatakan TNI siap mendukung Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dukungan itu akan dijalankan sesuai tugas, fungsi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu modal utama untuk menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan.
Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat akhirnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Pesan yang dibawa justru diarahkan pada tindakan bersama: menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, menolak provokasi, dan peduli terhadap lingkungan.
Polres Garut mengajak masyarakat menjadikan persatuan sebagai kekuatan bersama.
Sebab, keamanan dan kedamaian daerah bukan hanya lahir dari kerja aparat, melainkan juga dari kesediaan masyarakat untuk saling menjaga.














